Chapter 15 : Ledakan, Ace Portas Raiga

[ Author POV ]

Disuatu tempat di Desa Sayu terjadi peperangan yang cukup lumayan besar antara Saint Kota Band melawan kelompok bandit dan juga anggota Skeleton.

DHUAR...

Ledakan besar terjadi ditengah - tengah mereka, hampir setengah Saint terkena ledakkan itu.

Ditengah - tengah ledakkan berdiri seorang wanita berambut pirang dengan kedua tangannya diselimuti api, wanita itu memandang dingin ke semua Saint membuat para Saint ketakutan.

Sekerlebat bayangan melompat tinggi di atas wanita itu, bayangan itu mengangkat kakinya tinggi - tinggi lalu menendangnya.

Cretak...

Retakan tanah dapat dilihat setelah kaki bayangan itu menyentuh tanah sedangkan wanita tadi menghindar dengan cepat.

"Ace Portas Raiga..." cetus Rinka keluar dari asap kecil. "Kau ditangkap!"

.T.H.U.N.D.E.R.

Di selatan Desa Mayu bertugas dua anggota baru ini, mereka adalah Iksan dan Sonia. Tugas mereka adalah membebaskan para warga yang disekap di gubuk tua di bagian tengah desa bagian selatan.

Iksan melesat maju ke depan, dia mengayunkan pisau hitam yang sudah diselimuti petir biru itu dengan lihainya, Sonia... Dia bergerak sangat cepat ke sana dan kemari, menebas setiap anggota bandit yang melindungi gubuk tua lumayan besar itu.

Blue Thunder : Blue Shock

Iksan melempar pisaunya ke depan kumpulan para bandit, pisau hitam itu menancap dengan mulus lalu mengeluarkan sedikit percikan cahaya biru dan....

Bzsssss.....

Petir biru tiba - tiba keluar dari pisau kecil itu dan menyerang anggota bandit terdekat.

Sonia tiba - tiba menghilang dari tempatnya, dia melesat sangat cepat ke depan seraya membagi dirinya menjadi lima bayangan.

Ichi no Kase :

Kage no Kase

Slash.. Slash.. Argh!!

Suara sayatan pedang cepat dan teriakan para bandit terdengar jelas di depan gubuk tua itu.

Sonia kembali ke tempatnya setelah melihat bola petir biru tertembak dari kedua telapak tangan Iksan.

Daaar....

Bola petir itu mementalkan semua anggota bandit yang berdiri di depan gubuk.

"Sonia, jaga bagian belakangku.." perintah Iksan.

"Baik Tuan!"

Iksan berlari ke pintu gubuk, Iksan mengambil pisaunya yang tertancap di tanah lalu menggunakan pisau itu untuk membelah pintu gubuk.

Di dalam gubuk terdapat banyak orang, gadis muda dan tidak ketinggalan anak kecil, pakaian mereka kotor semua dan terdapat luka lebam disekujur tubuh mereka.

"Ram, jadi kau sengaja membuatku melihat ini semua ya?!" gumam Iksan yang tersenyum kecil.

Iksan memandang sekumpulan kaum hawa itu datar. "Kalian semua pergilah ke utara desa, disana telah menunggu pasukan Band..." suruh Iksan tegas.

Awalnya mereka takut tapi setelah dibujuk oleh Iksan akhirnya mereka mau pergi ke utara desa.

"Sonia, kau bawa mereka ke utara desa dan tunggu aku disana..."

"Baik Tuan!"

Sonia berkumpul bersama kelompok kaum hawa itu, Sonia memimpin dan menjaga mereka.

.T.H.U.N.D.E.R.

Rinka sedikit terpental ke belakang setelah terkena pukulan yang dapat meledak setelah tersentuh, di depan Rinka berdiri Ace seraya menatap dingin Rinka.

Rinka tersenyum senang. "Saatnya Saint berlari.."

Wush....

Kedua mata Ace terbelalak melihat kecepatan Rinka yang luarbiasa, dan tanpa dia kira Rinka telah berada disamping kirinya.

Buag...

Tendangan tombak mengenai tepat perut Ace membuatnya terpental.

Ace melakukan backflip dan menahan dirinya dengan menanamkan sedikit kedua kakinya ke dalam tanah.

Wush...

Rinka kembali lagi muncul di samping kiri Ace seraya melancarkan tinju lurus.

Ace menyentuh tanah dengan telapak kanannya, bersamaan dengan itu terjadi ledakan dibawah tanah membuat tanah menjadi debu yang berterbangan. Dan beberapa debu masuk ke dalam mata Rinka, Ace keluar dari asap debu dan meninju ulu hati Rinka dengan tinju peledaknya.

DHUAR.....

Rinka terpental jauh ke samping, pelindung yang dia kenakan retak.

"Matilah untuk masa depan..." kata Ace yang telah berada di atas Rinka, tangan kanannya membara bersama api.

Explode

Punch.. Deeerrr....

Pukulan Ace menembus perut Rinka dan menghancurkan tanah disana.

Wind Style Technigue

Angin bertiup - tiup dibelakang Ace diikuti serangan dadakan yang diterima kepala Ace.

Wind Sides

Ace terpental jauh ke kanan, Rinka yang dia serang tadi hanyalah bekas bayangan milik Rinka.

Daaar... DHUAR!

Baru menghantam perumahan, seketika itu juga terjadi ledakan. Dalam waktu singkat Ace telah kembali, matanya memancarkan keinginan membunuh yang kuat.

Explodes :
Hands Crusher

Tangan Ace meledak dan mengeluarkan api yang sangat panas, api itu seperti tertarik ke atas dengan cepat.

Wind Style Technigue :
Legs Slicer

Angin berputar disekeliling kaki Rinka, membuat angin topan kecil disana.

"Ace, kenapa kau bergabung ke dalam Skeleton?" tanya Rinka. "Aku mengenalmu dari dulu Ace. Kenapa Ace?" sambungnya.

"Itu dulu Rinka..." sahut Ace datar. "Master telah menyelamatkan jiwaku, aku siap mati demi Master Hellsing..." jawab Ace.

"Begitu..." Rinka mengigit bagian bawah bibirnya.

Melihat itu Ace tersenyum kecil dan memperlihatkan manik hitamnya. "Kau tenang saja Rinka, aku akan membunuhmu dengan cepat dan dengan itu kau tidak akan merasakan sakit... Walaupun hanya sedikit sih!" cetusnya.

Rinka menghapus sedikit airmata yang keluar dari matanya dan menatap mantap ke depan. "Akulah yang akan membebaskanmu dari dunia terkutuk ini..." balas Rinka yang sudah siap menyerang.

"Kita lihat siapa yang menang?!"

Dash....

Rinka melakukan dash cepat ke depan dan menyerang terlebih dulu.

Rinka melancarkan tendangan peluru ke depan, Ace mengelak ke kanan membuat tendangan Rinka hanya melewatinya. Disamping kirinya terpotong sebuah rumah menjadi beberapa bagian.

Ace mendekat lalu meninju Rinka, api menyambar terbang dari tangan Ace tapi berhasil dihindari oleh Rinka. Serangan dekat demi serangan mereka berdua lancarkan untuk mengalahkan lawan mereka.

Ace membuat ledakan dibawah kakinya membuat gempa kecil pada waktu bersamaan Rinka kehilangan keseimbangannya. Hal itu dimanfaatkan langsung oleh Ace.

Ace melesat ke depan Rinka membawa tangan peledaknya.

Hand Crusher :
Crusher Exploded

Blaaaar.....

Tinju Ace mengeluarkan sambaran api yang sangat lebar dan juga panas, Ace tersenyum senang.

"Aku kena jebakanmu lagi ya..." lirih Ace.

Angin berhembus pelan dibelakang Ace, disana telah ada Rinka dalam posisi terbalik. Angin dikedua kakinya telah menghilang, airmata sedikit membasahi pipi Rinka.

"Janganlah menangis Rin, kau membuatku tidak tenang nantinya..."

Bruk...

Ace jatuh di atas tanah dengan tubuhnya terlebah dua. Ace mati sambil tersenyum.

.T.H.U.N.D.E.R.

Sonia telah sampai di utara Desa Mayu, disana telah menunggu pos Saint tapi...

Sreeeekkkkk...

Sonia menghentikan langkahnya merasa ada yang tidak beres.

Sonia memerintahkan kepada lainnya untuk bersembunyi dibalik semak - semak, belum sempat mereka sembunyi. Seorang pria berambut ungu keluar dari salah satu tenda Saint.

"Bersembunyilah!" perintah Sonia tapi ramah.

Mereka semua sembunyi disemak - semak yang berada di 50 meter dari tempat Sonia.

Sonia berdiri menatap dingin pria yang ada di depannya ini.

"Lihat siapa yang aku temui ini..." katanya sambil tersenyum jahat.

"Lie'kan?"

"Kau bahkan lupa dengan namaku yang satu kamar tidur denganmu, Soni..."

"Apa maumu Lieci?"

Pria bernama Lieci ini tersenyum dingin dan menatap Sonia dengan nafsu membunuh.

"Tentu saja untuk membawamu pulang... Sayang!"

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top