Chap 16
"Kyoto dan Perkelahian Kecil?"
*** (Y/n)'s pov ***
'Lagi-lagi aku berada di situasi ini...' pikirku saat melihat aku sudah berada di kelas tapi dapat dilihat bahwa ini adalah kelas 3-A (karena kelas 1 berada di lantai 3, kelas 2 berada di lantai 2 dan kelas 3 berada di lantai 1)
Murid-muridnya tetap sama saat kelas 1-A dulu, tapi entah kenapa suasana mereka jauh lebih muram dan sedih. Bahkan aku melihat Karma dan Shuu terlihat tidak begitu sehat. Dilihat dari lingkaran hitam yang ada di bawah mata, mereka terlihat kurang tidur. Karma yang bahkan biasanya memasang senyum jahil sekarang sudah memasang garis lengkung ke bawah yang sepertinya sudah permanen. Begitu juga dengan keadaan Shuu, dia yang biasanya setia dengan senyum penuh percaya dirinya sekarang sama seperti Karma
'Ada apa ya?' pikirku
Aku pernah berada di situasi ini sebelumnya, dan saat aku bertanya ada apa dengan mereka, mereka tidak menjawab pertanyaanku, atau lebih tepatnya mengabaikan diriku. Jadi sekarang aku hanya bisa diam dan melihat situasi sekitar, dan lensaku membesar saat melihat situasi teman-teman. Mereka semua juga memiliki lingkaran hitam di bawah mata, beberapa dari mereka memiliki mata merah seperti tidak bisa tidur, walaupun tidak ada yang separah Karma dan Shuu yang bisa dikatakan paling parah di mataku
'Apa mereka belajar semalaman? Atau stress karena akan ujian kelulusan?' pikirku lalu melihat kalender
"Lho? Tepat 2 tahun kepindahanku ke kelas ini" ucapku pelan
Lalu pintu kelas terbuka dan masuklah sensei
"Sebelum sensei memulai pelajarannya, sensei akan memperkenalkan murid baru"
"Lagi?" gumam beberapa dari teman-teman
'Lagi?'
Lalu pintu kelas terbuka, membuat beberapa teman-teman tersentak kaget. Tapi reaksi yang paling membuat aku penasaran adalah ekspresi syok Karma dan Shuu. Ekspresi patah semangat yang mereka tunjukkan sebelumnya sudah berubah menjadi ekspresi syok tapi penuh harapan
"Tidak... mungkin" ucap Shuu berdiri dan Karma menyusul kemudian
"Shuu-kun? Karma-kun?" panggilku tapi mereka tidak menoleh
Murid baru itu hanya tersenyum lalu merentangkan tangannya "Shuu, Karma..." panggilnya
Suaranya sangat merdu dan lembut, ditambah tangannya yang seolah meminta Shuu dan Karma untuk memeluknya. Tanpa menunggu lagi, Karma dan Shuu langsung berlari dan memeluk murid baru itu. Tiba-tiba dadaku terasa sesak dan sakit saat melihat mereka memeluk murid baru itu
'Ada apa denganku ini?' pikirku
Perlahan pengelihatanku menjadi buram dan akhirnya menjadi gelap
***
"(Y/n)!!" aku langsung tersentak kaget saat mendengar suara Karma dan sedikit guncangan pada bahuku
"...huh!?" kagetku langsung duduk tegak "Apa aku tertidur?" tanyaku kemudian
Karma dan Shuu sudah melihatku dengan tatapan khawatir, dan baru kusadari Shuu sudah berdiri dan Karma masih duduk di kursinya
"...eh? Apa aku tertidur di pundakmu, Karma-kun? Maafkan aku!" ucapku panik
"Tidak apa-apa" ucap Karma datar "Tapi, apa kau baik-baik saja?"
"...huh?"
"Kau--"
"Apa wajahku berantakkan!?" kagetku "Aku harus mencuci mukaku!" ucapku langsung berlari menuju toilet yang berada di dekat sini
Akhirnya kami sampai di Kyoto dan sekarang sudah berada di lobby hotel tempat Karma dan Shuu menginap, setelah mencuci muka dan memperbaiki penampilanku pastinya. Lalu aku baru ingat bahwa aku harus check in hotel terdekat dan menjauhi mereka berdua
"Hei, (Y/n)" panggil Karma
(Degh! Degh!)
Spontan aku merasa pipiku sedikit panas dan jantungku mulai berdetak lebih cepat
"Kau mau kemana setelah ini?" tanya Karma
Lalu aku teringat hal lain yang tertulis di website yang kukunjungi kemarin
...
...
...
"Oh, aku ada urusan. Sampai jumpa, Shuu-kun, Karma-kun" dan aku langsung meninggalkan mereka
"Hei, (Y/n)! Kau mau kemana!?" tanya mereka panik
"Sudah kubilang kemarin kan, kalau aku ada urusan dan aku akan menginap di hotel lain" jawabku buru-buru keluar dari hotel tanpa menunggu respon dari mereka lagi
"He-hei, (Y/n)!" panggil mereka tapi tidak kujawab
Aku langsung memasuki taksi yang biasanya ada di hotel dan memintanya untuk mengantarku ke hotel lain yang berada tak jauh dari hotel ini
*** Gakushuu's pov ***
(Dalam tubuh Karma)
"Ada apa dengannya akhir-akhir ini?" gumam Karma kembali duduk di sofa lobby setelah sebelumnya berdiri hendak mengejar (Y/n)
"Apalagi saat dalam perjalanan tadi..." ucapku lalu mengingat kejadian saat dalam perjalanan
~ Flashback ~
"Jangan berpikir kalau ini salahmu, (Y/n)" ucap Karma "Karena ini memang bukan salahmu"
Mendengar itu membuat (Y/n) mengangguk lalu menghela nafas tapi tiba-tiba kepalanya bersandar ke bahuku dan baru kusadari dia tertidur
"...apa ini jalan terbaik? Berbohong pada (Y/n)?" tanya Karma mengelus pipi (Y/n)
"Jika dia tau yang sebenarnya, maka dia akan bingung akan bersikap seperti apa pada kita" jawabku ikut mengelus (Y/n), tapi aku mengelus puncak kepalanya "Aku ingin (Y/n) bersikap apa adanya pada kita"
"...2 tahun... kelas ini..." aku dan Karma menoleh ke arah (Y/n) yang sepertinya sedang mengigau
"Apa yang dia mimpikan?" tanya Karma sedikit khawatir
Ya, tentu saja dia khawatir karena (Y/n) memasang ekspresi sedih walaupun dia sedang tidur. Melihat ini aku juga khawatir apa yang ia mimpikan
"Aku khawatir dia mimpi buruk" ucapku
"Akabane-kun, Asano-kun, (L/n)-san. Kita sudah sampai di depan hotel" ucap si supir menoleh ke belakang
Aku dan Karma hanya mengangguk mengerti
"Oke, tunggu sebentar!" ucap Karma berdiri dari kursinya lalu menghadap (Y/n)
"(Y/n), kita sudah sampai! Bangun!" ucapku sedikit menggerakkan pundak (Y/n)
"Shuu... Karma..." kami berdua kaget dan panik saat (Y/n) memanggil nama kami lalu beberapa tetes air mata mengalir di pipinya
"(Y/n)!!" ucap Karma sedikit keras dan aku kembali memegang pundak (Y/n)
"...huh!?" kaget (Y/n) langsung duduk tegak "Apa aku tertidur?"
Kami hanya melihatnya dengan tatapan khawatir
"...eh? Apa aku tertidur di pundakmu, Karma-kun? Maafkan aku!" ucap (Y/n) panik
"Tidak apa-apa" ucapku datar, sedikit terbiasa dipanggil Karma "Tapi, apa kau baik-baik saja?"
"...huh?"
"Kau--"
"Apa wajahku berantakkan!?" kaget (Y/n) langsung berdiri, memotong ucapan Karma "Aku harus mencuci mukaku!" ucapnya langsung berlari menuju toilet yang berada di dekat sini, meninggalkan kami
~ Flashback ~
"Dia menangis saat tertidur dan setelah memanggil nama kita" gumam Karma
"Lalu dia menghindari kita. Apa kita ada berbuat salah?" heranku
"Bukan kita..." ucap Karma "Tapi kau, Asano"
"Hah?"
"Siapa tau kau sudah berbuat sesuatu yang membuat (Y/n) marah dan menghindari kita, kan?" jelasnya penuh percaya diri
"Tapi hal itu juga berlaku untukmu, Akabane" sahutku "Karena namamu juga (Y/n) sebut tadi"
"Oh, aku lupa. Mana ada penjahat yang mau mengaku, benar?"
"Apa barusan kau ingin mengatakan bahwa marahnya (Y/n) karena kesalahanku?"
"Entahlah, Asano-kun" jawab Karma memasang senyum menyebalkannya itu
"Kutegaskan hanya sekali Akabane-kun, aku tidak pernah berbuat salah pada (Y/n)" ucapku
"Oh, tentu saja itu menurutmu Asano-kun. Tapi tidak menurutku dan (Y/n)"
"Siapa dirimu sampai tau apa yang (Y/n) anggap kesalahan, huh?" tanyaku mulai kesal
"Oh, yang jelas aku lebih tau (Y/n) daripada kau, Asano" jawab Karma
"Tentu itu menurutmu, Akabane-kun" ucapku meniru nada bicara Karma sebelumnya, yang tentu saja membuat Karma kesal
"Kau ingin membawa ini ke jalur kekerasan, heeh?" tanyanya berdiri
"Kau pikir aku takut padamu, hah?" balasku juga ikut berdiri
Baru saja kami ingin berkelahi, muncul orang yang tidak kami duga
"Akabane-san, Asano-san. Apa yang sensei sekarang pikirkan akan kalian lakukan? Berkelahi di umum? Dengan masih memakai seragam SMA Kunugigaoka?" tanya sensei bahasa inggris kami, Mrs. L
"Sensei?" kaget kami, melihat sensei sekarang sudah berdiri diantara kerumunan orang yang tanpa kami sadari sudah mengelilingi kami
"Akabane-san, Asano-san. Ikut sensei keluar" perintah sensei
"Baik, sensei..." ucap kami
***
"Apa yang kalian pikirkan saat ingin berkelahi, hah!?" tanya sensei
Sekarang kami sudah berada di taman samping hotel dimana tidak ada siapapun selain kami disini
"Maafkan kami--"
"Kalian pikir minta maaf akan membuat semua orang tadi melupakan pemandangan memalukan itu?" sambar sensei tajam "Kalian sudah SMA, jadi jangan buat sensei harus mengajarkan materi anak SD"
Kami berdua hanya diam, saling menatap tajam satu sama lain
"Mungkin sensei harus berterima kasih pada (Y/n). Jika dia tidak ada urusan disini yang membuatnya harus menginap di hotel lain, mungkin sensei tidak ada disini atau kalian bahkan sedang berkelahi sekarang"
Benar, mungkin Mrs. L datang untuk mengisi kamar yang seharusnya (Y/n) tempati dan datang sebagai pembimbing kami sebelum lomba. Sebenarnya hanya kami bertiga yang pergi tanpa guru pebimbing, tapi karena (Y/n) ada urusan di Kyoto, jadi kamar hotel yang sebelumnya sudah disewa untuk (Y/n) menjadi kosong dan daripada dibiarkan kosong dan menjadi kerugian sekolah, lebih baik Mrs. L datang, kan?
"Kenapa sensei tidak berangkat bersama kami saja tadi jika akhirnya sensei datang kemari?" tanya Karma
"Sensei baru diberitahu 15 menit setelah bis yang membawa kalian itu pergi. Sensei juga perlu mengemaskan barang sensei untuk seminggu kedepan, kan?" jawab sensei
"Baka..." ejekku diam-diam berbisik, membuat Karma menatapku dengan tajam yang kubalas dengan menjulurkan lidah. Hei, sesekali menjadi si setan itu tak masalah, kan?
Tiba-tiba Mrs. L menghela nafas panjang
"Kalian akan sensei awasi dari sekarang sampai perlombaan, jika hal seperti tadi kembali terulang maka sensei akan minta pihak sekolah untuk menghubungi orang tua kalian"
Wajahku dan Karma langsung memucat. Maksudku, siapa yang mau orang tuanya datang karena anaknya bermasalah? Terlebih lagi jika ayahku yang akan datang nanti...
"Kami berjanji tidak akan mengulanginya, sensei"
"Sensei tidak perlu janji, sensei hanya ingin bukti. Sekarang kembalilah ke kamar kalian dan pergi ke café depan hotel jam 2 siang nanti" perintah sensei dan kami hanya mengangguk mengerti lalu pergi
*** Karma's pov ***
(Dalam tubuh Gakushuu)
Waktu berjalan dengan cepat, sekarang sudah jam 2 siang. Aku dan Gakushuu baru datang di café yang sensei maksud dan terlihat café ini sedang sepi pengunjung
"..."
"..."
Semenjak perkelahian itu, aku dan Gakushuu tidak berbicara ataupun telepati satu sama lain. Dan aku baru ingat, kami berdua langsung kemari karena Mrs. L mengirim pesan pada kami yang mengatakan untuk segera ke café di sebrang dan pergi ke meja nomor 8
"Shuu-kun! Karma-kun!" perhatian kami langsung tertuju pada tangan seseorang yang sedang melambai, yang tentu saja langsung kami kenali: (Y/n)
"(Y/n)?" itu pertama kalinya aku berbicara sejak perkelahianku dengan si iblis itu
"Apa yang kau lakukan disini? Di meja 8?" tanya Gakushuu melirik nomor meja yang (Y/n) duduki
"Apa Mrs. L tidak memberitahu kalian? Aku diminta sensei datang duluan dan langsung memberitahu sensei nomor berapa meja yang kududuki" jelas (Y/n)
'Mrs. L meminta (Y/n) datang duluan agar ada yang bisa mengawasi kami, huh?' pikirku
"Sekarang apa?" tanya Gakushuu duduk di sebelah (Y/n) membuatku mendecak lidah dengan kesal
"Cih..."
'Kau kalah cepat, BAKAbane' ejek Gakushuu dengan telepati
'Berisik' kesalku duduk di depan (Y/n)
Tapi melihat sosok (Y/n) yang bergerak dengan canggung membuatku mengerti sesuatu
'Hei, AHOno'
'Apa?'
'Aku akan berkata jujur. Liriklah (Y/n), dia merasa tak nyaman kau duduk di sebelahnya' lalu kulihat Gakushuu melirik (Y/n) 'Sebaiknya kau duduk di sebelahku karena aku yakin (Y/n) masih ingin menghindari kita berdua tanpa alasan yang jelas'
Gakushuu hanya menghela nafas panjang lalu berpindah ke sebelahku, lalu mengambil buku yang ada di atas meja, yang sepertinya (Y/n) beli di toko buku terdekat
"Kami berdua akan mengetesmu, (Y/n)" ucap Gakushuu
'Alasan yang logis karena kita berdua tau kalau (Y/n) penasaran kenapa Gakushuu berpindah tempat duduk' pikirku melihat (Y/n) yang sedang mengangguk mengerti
***
Halo semua ('•ω•')
Jika dilihat-lihat, sepertinya jumlah chapter buku ini lebih dari dugaan author (ಠ_ಠ) Asik sendiri sampai lupa semua plot author ._.) Rencananya mau selesai dalam 5 chapter, tapi justru lebih ya? ( ;∀;)
Kritik dan saran yang membangun akan sangat diterima~
Bye~
-Rain
Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top