Chapter 10 - Bitter Victory

Kolonel Bollevar menarik tuas untuk membuka pintu kurungan para ternak. Puluhan manusia berpakaian putih-putih diajak keluar dan digiring menuju garasi. Evakuasi berjalan mulus karena seluruh penjaga di sana sudah dilumpuhkan. Karena mereka hanya bisa melihat Xabat, maka dia yang ditugaskan untuk membimbing para ternak itu menuju garasi, naik ke atas truk.

"Apa ada yang bisa menyupir di antara kalian?" seru Xabat pada para manusia yang kebingungan dan ketakutan di hadapannya. "Butuh 10 supir untuk mengemudikan truk ini."

"Sembilan." Ralat Shaheed, Xabat pasti lupa bahwa salah satu supir nantinya adalah Osbourne yang akan memimpin iring-iringan menuju Sunshine Valley.

Akhirnya manusia-manusia yang diternakkan darahnya itu angkat bicara sambil menuding Xabat, "sebenarnya ada apa ini?! Kenapa kita dibawa keluar? Siapa kalian? Apa mau kalian?"

Manusia ternak lainnya ikut menimpali, "ya, ada apa sih ini?! Aku harus berhenti main game gara-gara kalian!"

Suara-suara mereka jadi ribut dan berbaur tidak karuan di garasi, dan yang lebih parah lagi, mereka memutuskan untuk pulang ke bilik mereka untuk main game yang tertunda. Walau ada satu-dua orang manusia ternak yang tersenyum-senyum santai dengan konsol game dalam pelukannya.

"Aku tidak mengerti kenapa kita harus repot-repot menyelamatkan para pemalas bodoh ini," ujar Osbourne pada Xabat, "baiklah, kita jelaskan saja pada mereka. Mereka hanya bisa melihatmu, jadi kau katakan apa yang kukatakan padamu."

Apa yang dibisikkan Osbourne, diucapkan oleh Xabat, "begini, bapak-bapak, ibu-ibu ... hari ini adalah hari kemerdekaan kalian."

Suara-suara keributan itu pun senyap seketika, seperti instrumen orkestra yang berhenti mengikuti aba-aba konduktor.

Xabat melanjutkan, "kita akan mengembalikan jati diri kita sebagai manusia. Kita pulihkan kembali harga diri kita sebagai manusia, sebagai makhluk hidup yang punya jati diri, kepribadian, tujuan, pikiran yang merdeka, bukan hidup untuk disantap makhluk lain!"

Sementara Xabat meneruskan pidato Osbourne mengenai kemerdekaan umat manusia yang di romantisasi, dramatisasi dan dibubuhkan nada suara yang membara, leher Shaheed mendadak terasa gatal. Ia berjalan menjauhi Xabat dan memijit rahangnya, "ya, Kolonel?"

"Beta 1, cari Gamma 1." Perintahnya dengan singat, dan tegas.

Tentu saja, sejak tadi belum ada kabar dari Ferret. Semoga tidak terjadi sesuatu yang buruk, Shaheed bergeras keluar, berlari mengelilingi gedung peternakan.

"Ya Allah, jangan sampai terjadi sesuatu yang buruk pada Ferrett dan lainnya. Tolong lindungi mereka!" doa Shaheed dalam hati, langkah kakinya dipercepat, ia melayangkan penglihatan ke sana ke mari berharap menangkap gerakan.

Dan di sanalah, tidak terlalu jauh dari garasi, pada beranda lantai dua, dia melihat Ferret sedang beradu tinju dengan Emelinda, sementara seseorang tergeletak tidak jauh dari mereka. Mungkin Summers, mungkin Todd, siapapun itu, dia terlihat sedang menggeliat menderita, seperti orang keracunan.

Tapi Ferrett masih hidup dan berjuang untuk melawan penjahat di hadapannya. Shaheed memutuskan untuk melupakan yang lainnya dan mulai fokus memikirkan satu hal saja; lawan yang sedang dihadapi oleh Ferrett.

Ia menyangga senapan laras panjangnya di atas kaleng drum sambil berjongkok, lalu mulai membidik. Sasarannya sedang bergerak banyak, sebentar di kanan, sebentar di kiri. Shaheed tetap mencoba tenang dan bersabar menunggu kesempatan baik. Dia harus fokus dan tidak boleh ada keraguan saat menarik pelatuk.

Emelinda berhasil menangkap tinju yang dilepaskan Ferret, ia menangkap kepala Ferrett dan menariknya sehingga leher Ferrett terbuka. Emelinda membuka mulutnya, dua gigi taring perempuan vampir itu siap terbenam ke bawah kulit mangsanya.

Shaheed meremas pelatuk.

Peluru bawang meluncur sejauh tiga puluh meter dan melubangi kepala Emelinda lalu pecah di dalam otaknya. Vampir itu kejang-kejang dengan asap keluar dari wajahnya yang menyerupai mangkuk sekarang. Perlahan kulitnya mengalami iritasi dan terbakar mulai dari kepala.

Ferret terbebas, dia segera menghunus belatinya dan menghujamkan besi berlapis perak itu ke jantung Emelinda penuh dendam. Vampir itu berubah menjadi arang dan abu, terbakar habis menyisakan sepasang sepatu hak tinggi warna ungu yang ternoda arang dan debu.

Ferrett mencoba untuk mengatur nafasnya, duel sudah berakhir. Sambil bercucuran keringat, wanita itu duduk di atas beranda lantai dua gedung peternakan Blatter-red.

Saat dia melihat ke bawah, ada seseorang berjongkok dengan senapan laras panjang di tangan, di balik dua buah dirijen besar. Ferret menaikkan ibu jarinya untuk Shaheed sebagai ungkapan terima kasih.

Shaheed menghela nafas lega melihat temannya selamat, dia memijit rahangnya, "Gamma 1 aman, Kolonel."

***

"... dan itulah sebabnya kami Spectreswarms ada di sini, untuk memulihkan umat manusia dan merebut kembali apa yang dahulu menjadi milik kita! Jangan mau dijadikan ternak, jangan mau dilecehkan! Pikirkan kembali makna hidup, kita manusia, kita makhluk dengan akal budi, tidak seharusnya kita hidup dalam peternakan hanya untuk dihisap darahnya seperti hewan ternak! Kita lebih dari itu!!" Xabat terbakar sendiri oleh pidato yang dibisikkan Osbourne itu.

Ratusan manusia ternak berpakaian kain putih di hadapannya terbengong, beberapa melongo.

Sebuah suara memecah jeda, seorang manusia ternak yang seumuran dengan Xabat, "apakah di Sunshine Valley kita masih bisa main game?"

Osbourne memukul wajahnya sendiri dengan telapak tangan.

"Ah, sudahlah, waktu semakin berlalu, katakan saja pada mereka, ada banyak game di sana!" kata Osbourne.

Maka Xabat berkata, "ada! Ada banyak game di sana! Game online, XBOX, PS8, PC dengan spesifikasi tinggi, semua sudah menanti kalian di sana, cepat masuk ke truk!"

Jadilah manusia-manusia ternak itu berebut naik ke dalam truk, tua-muda, pria-wanita, dari anak-anak hingga dewasa, semuanya masuk ke dalam truk sambil membayangkan tempat bermalas-malasan terindah di dunia seperti yang dikatakan Xabat.

Sembilan pengemudi dikumpulkan dan diperintahkan untuk mengikuti truk yang dikemudikan Osbourne. Operasi Exodus berjalan lancar tampaknya, mulai dari bayi, balita, anak-anak, remaja, orang dewasa hingga manula semua dipastikan sudah masuk tanpa ada yang tertinggal.

Para Spectreswarms berkumpul di luar pabrik peternakan Blatter-Red melepas kepergian iring-iringan truk tersebut. Lepas dari bukit, barak Sunshine Valley sudah menunggu di seberang sana. Sementara waktu Osbourne akan tinggal di Sunshine Valley mempersiapkan prajurit baru untuk berjuang demi kemerdekaan umat manusia.

"Mereka akan menjadi harapan baru bagi kita untuk merebut Cox kembali." Ujar Marvin dengan senyum optimis.

"Aku tidak yakin," kata Xabat sambil menyelingkapkan kedua tangannya. "Sampai di sana, mereka akan kecewa tidak ada makanan enak atau game. Dan mereka mungkin akan memberontak untuk kembali ke Cox dan melaporkan tentang Sunshine Valley, matilah kita."

"Itu tidak akan terjadi!" kata Bollevar dengan yakin, "sampai di sana, mereka akan diawasi ketat oleh teman-teman kita. Kita akan berjuang mengembalikan harga diri sebagai manusia kembali ke dalam pikiran mereka."

Xabat terkenang kembali akan masa kecilnya di Sunshine Valley. Itu adalah sebuah tempat indah di balik bukit seperti surga. Ada padang rumput, hutan, pegunungan, danau, sungai, air terjun, semua yang terlukis dalam keindahan panorama ada di Sunshine Valley.

Namun benteng manusia yang berdiri di sana jauh dari surga. Penjaga bersenjata di mana-mana, berusaha menanamkan dalam diri setiap manusia, betapa pentingnya merebut kembali Cox dari rezim kaum vampir. Yang mengerikan, siapapun yang mencoba kabur bisa ditembak mati bila tidak tertangkap lagi.

Tapi setelah dewasa sekarang, Xabat pun setuju bahwa kadang cara keras memang diperlukan, terutama untuk mengubah kemalasan manusia. Mudah-mudahan ini jalan yang terbaik bagi masa depan.

Ferrett berjalan keluar pintu gerbang peternakan sambil membawa seseorang yang tak sadarkan diri ke antara mereka.

"Todd digigit 40 menit lalu. Cepat, penawarnya!" ujar wanita itu dengan cemas.

"40 menit? Lupakan."

"Masih bisa, belum tentu terlambat."

"Ferrett ..." tegur Shaheed, "butuh 15 menit bagi antigen dalam liur vampir itu untuk meretas informasi DNA manusia dan mengubahnya. Lebih satu detikpun sudah terlambat. Kita sudah kehilangan dia."

Kini dalam 24 jam, Todd harus berjuang demi dirinya sendiri. Apakah menjadi vampir atau mati. Tanpa tahu apa yang harus mereka perbuat untuk menyelamatkan Todd, para Spectreswarms menatap pimpinan mereka, Kolonel Bollevar.

"Aku dengar siapapun yang bermutasi menjadi vampir akan kehilangan sisi kemanusiaannya. Karakteristik vampir yang arogan akan menjadi dominan, seperti yang terjadi pada Paul Harrison, alias Baron Norvam." Shaheed mendecak pesimis.

"Bila kalian ingin tahu pendapatku," ujar Xabat, "Norvam sesungguhnya mencoba untuk menjadikan beberapa manusia sebagai homo mutos nosferatu. Dia ingin membangun pasukan untuk merebut Cox dari Count Allastair. Tapi dari enam ribu orang, hanya tiga ribu dua ratus yang berhasil mengalahkan demam dan menjadi vampir."

Xabat melanjutkan, "mereka semua jadi lebih bodoh dan sombong, seakan sisi-sisi binatang mereka jadi lebih dominan. Kadang mereka yang dimutasi jadi lupa pada keluarga masing-masing, ada yang mengigit anaknya sendiri karena tergiur aroma darah kesukaannya."

Shaheed menggelengkan kepalanya, sesuatu dalam dirinya mengatakan bahwa dia akan kehilangan Todd hari ini.

"Dan yang lebih parah ..." tambah Xabat, "pernah Norvam mengubah seseorang yang sedang dalam pengaruh kafein, dan selamanya vampir mutasi itu tidak pernah tidur karena efek kafein tetap bertahan abadi dalam tubuhnya."

Ferrett menahan nafas, "itu berarti ..."

"Todd, kami takkan melupakanmu." Kolonel Bollevar mencabut dessert eaglenya dan menembak kepala Todd. Peluru menghilang seperti tertelan sesuatu yang tidak tampak, sebagai gantinya, cipratan darah merah menyembur keluar dari sebuah lubang kecil beberapa senti di atas tanah. Prajurit itu tidak bergerak lagi.

Bollevar berjongkok untuk membuka kerah pakaian Todd yang masih dibawah pengaruh spray light-bender, ada sebuah kalung dog tag berkilau terkena sinar matahari. Bollevar mencabut dog tag itu sebelum dia menyeret tubuh Todd sampai ke tepi sungai lalu membakarnya sampai hangus. Tubuhnya harus dimusnahkan atau seseorang bisa menemukannya dan mempelajari apa saja larutan kimia yang membuatnya tidak terlihat. Asap naik ke langit yang berkemelut seperti ombak berbentuk awan kelabu. Setelah api padam, mereka membuang sisa-sisa pembakaran Joseph Todd ke sungai.

"Tapi jangan kawatir, Todd, kami juga akan mengkremasi sesuatu untuk menemanimu di alam sana." Bollevar lalu berpaling menatap peternakan sambil mengangkat sebuah detonator. Bibirnya tersenyum saat dia menekan tombol merah dan meledakkan bom-bom yang mereka tanam di seluruh penjuru peternakan.

"Kerja bagus, Spectreswarms. Sekalipun kita kehilangan dua orang prajurit terbaik kita, tapi aku bisa katakan misi ini sukses. Kembalilah ke gorong-gorong dan jangan sampai tertangkap." Bollevar kembali menyemprotkan spray light-bender ke tubuhnya lalu melompat pulang.

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top