Bagian: 2

Akhir-akhir ini, Kiyomitsu merasa aneh dengan tubuhnya. Rasanya sesak, ada apa sebenarnya? Dia kan hanya roh pedang? Kenapa selalu saja ia merasa sesak begitu melihat kebersamaan Okita Souji?

"Yasusada, dimana Okita-kun? " Tanya Kiyomitsu pada Yasusada yang asyik melihat kolam ikan.

"Aku tidak tahu, yang jelas ia masih di rumah ini. Jika dia keluar pasti ia akan membawa salah satu dari kita, karena bisa saja ada serangan tak terduga dari mana saja. " Kata Yasusada tanpa menoleh.

"Benar juga... Akan kulihat." Ia kemudian menoleh ke arah Kiyomitsu.

"Kenapa? Sampai kapan? " Tanya Yasusada pada Kiyomitsu. Gadis itu menatap keheranan.

"Huh? Apanya? " Kiyomitsu membalik badannya menghadap Yasusada. Yasusada menarik tangan Kiyomitsu ke ruangan lain-tempat dimana Okita Souji mungkin berada. Ternyata ia benar-benar ada disana.

"Okita-kun, Kiyomitsu ingin mengatakan sesuatu padamu. " Kata Yasusada, ia menatap tajam Okita Souji yang tengah serius mengerjakan perkamen.

"..."

"Katakan padanya, Kiyomitsu! Apa yang kau rasakan! Sekarang juga!" Yasusada berganti menatap Kiyomitsu. Roh pedang itu hampir menangis.

"Ya-Yasusada... Aku... Aku... " Manik Ruby menatap tidak percaya pada rekannya itu. Bagaimana Yasusada bisa memaksanya sampai seperti ini?!

"Kiyomitsu! "
"Ugh! O-Okita-kun, watashi wa anata no koto ga... Suki-deshita! " Wajah Kiyomitsu seketika merah padam, ia menutup mata. Lama, tak ada jawaban-tentu saja, Okita Souju tak dapat mendengar suara roh pedangnya.

Hati Kiyomitsu hancur. Air matanya menetes setetes demi tetes. Yasusada merasa ia sudah sedikit keterlaluan.

"Maaf... Aku hanya ingin kau menyadari jarak kita dengan Okita-kun sebelum semuanya terlambat... Maafkan aku, Kiyomitsu. " Yasusada hendak mengelus kepala Kiyomitsu sebelum Kiyomitsu mundur. Yasusada tersentak, tangannya mengambang di udara.

"Aku tahu itu lebih dari siapapun, Yasusada! Aku-uhuk! Uhuk! " Kiyomitsu terbatuk keras. Yasusada terkejut, ia menopang roh pedang itu.

"Ada apa, Kiyomitsu! " Kiyomitsu melepaskan pegangan Yasusada dan melarikan diri. Yasusada berteriak khawatir. "KIYOMITSU! "

Perhatian Yasusada kemudian teralihkan oleh sebuah bunga kecil.
"Huh, apa ini? Dari mana masuknya? " Yasusada mengambil bunga kecil berwarna ungu itu dan menyimpannya.

***

Yasusada mencari di seluruh pelosok rumah. Ia tahu bahwa roh pedang hanya bisa ada di jarak tertentu dari tubuh pedangnya, Kiyomitsu pasti ada di suatu tempat di rumah ini!

Matahari tidak terasa telah tergelincir ke arah barat. Langit mulai menampakkan cahaya berwarna jingga. Yasusada kini sedang mencari di atap.

"Kiyomitsu! Syukurlah, akhirnya aku menemukanmu! " Yasusada tersenyum ketika ia berhasil menemukan Kiyomitsu. Gadis itu tengah menikmati pemandangan kota pada sore hari, ia merasa dapat menenangkan pikirannya disana.

"Kiyomitsu... "
"Ah, Yasusada... Aku sudah menenangkan diriku. Aku mengerti maksudmu, terimakasih ya." Kiyomitsu berujar seraya tersenyum. Yasusada sedikit menghela nafas lega. Kemudian, ia menyondorkan sesuatu.

"Dango? " Kiyomitsu mengambil dango itu dari Yasusada. "Terimakasih. "

"Haha, kita hanya roh pedang. Mengambil kue itu hanya bisa dengan cara mencuri dari mangkuk camilan Okita-kun! " Yasusada tertawa, tak lama Kiyomitsu juga ikut tertawa.

"Nee, Yasusada. Ini... Tentang Okita-kun. " Yasusada mengernyit saat Kiyomitsu memulai topik dengan awalan Okita Souji.

"Ada apa? " Yasusada menatap ke dalam mata Kiyomitsu begitu pula sebaliknya.

"Okita-kun. Keadaannya aneh, aku merasa hal yang buruk akan terjadi. " Kata Kiyomitsu pada Yasusada. Yasusada keheranan, apanya yang aneh? Hal yang buruk?

"Apa maksudmu-"
"Sepertinya, Okita-kun sakit... Aku pernah melihatnya terus batuk, dan saat menggunakanku gerakannya tak seluwes biasanya." Ujar Kiyomitsu. Yasusada membeku.

Kenapa ia tak menyadari hal itu? Bukankah ia pedang kesayangan Okita Souji? Yasusada baka!

"Yamatonokami Yasusada. Aku akan menggunakanmu hari ini. " Suara Okita Souji menggema dalam pikiran mereka berdua. Dengan segera, mereka berdua turun dari atap dan menghampiri sosok Okita Souji.

"Ah, aku harus pergi. Sampai jumpa, Kiyomitsu! " Ucap Yasusada seraya berlalu.

"Hati-hati, kau... Dan Okita-kun juga. " Kiyomitsu tersenyum kecut saat melihat Okita Souji menyarungkan Yasusada di pinggangnya.

'Kulitnya pucat... Apa kau baik-baik saja, Okita-kun? 'Seketika itu, dada Kiyomitsu terasa sesak. Pria dan roh pedang itu berlalu dengan menutup pintu. Kiyomitsu akhirnya jatuh terduduk, lututnya gemetar karena batuk.

"Uhuk! Uhuk! Sesak sekali! " Kiyomitsu merasa kesakitan, ini bahkan lebih sakit dan sesak dari tergores pedang lain. "Uhuk-umph!"
Kiyomitsu memuntahkan sesuatu. Itu bukan air atau darah... Tapi bunga kecil. Apa?! Bunga?! Bagaimana bisa?

"A-Apa-apaan ini? " Kiyomitsu tidak tahu harus berkata apa. Ia merasa pusing dan sesak, ia bingung tentang apa yang terjadi pada dirinya.

"Bagaimana bisa... Aku memuntahkan bunga dari tubuhku? "

***

Sudah beberapa hari terlewat. Kiyomitsu memutuskan untuk merahasiakan hal ini dari roh pedang lain-termasuk Yasusada. Kiyomitsu merasa tidak perlu untuk membuat Yasusada khawatir akan keadaannya disaat genting seperti ini. Ya, Shinshengumi akhir-akhir ini sering melakukan penyerbuan yang membuat mereka sangat sibuk. Okita Souji akhir-akhir ini hanya menggunakan Yasusada, bukannya dirinya. Kiyomitsu sedikit kesal sekaligus lega dengan hal itu, ia bisa sedikit beristirahat.

Bunga-bunga kecil itu sudah beberapa kali keluar dari dalam dirinya. Setidaknya sehari ia akan muntah bunga, kemudian dadanya akan terasa ringan lagi. Begitu seterusnya.

"Kashuu-san, ada apa? Anda kelihatan pucat. " Tanya Horikawa pada Kiyomitsu. Kiyomitsu tersentak dengan pertanyaan Horikawa.

"Aku tidak apa! Aku baik-baik saja! Nah, mari kita berlatih lagi! " Kata Kiyomitsu. Okita Souji mulai mengayunkan Kiyomitsu lagi, begitu pula dengan Hijikata Toushizou.

Trang!

"Kyaa!!!" Kiyomitsu jatuh terduduk. Lengannya mengeluarkan darah-itu artinya badan pedangnya tergores.

"Souji! Kau tak apa? " Kata Hijikata Toushizou pada rekan berlatihnya-Okita Souji.

"Uhuk! Ukh-aku tak apa, haaahh... Sebaiknya aku istirahat sebentar. Ah, Kiyomitsu tergores, akan kuminta untuk diperbaiki nanti. " Okita Souji menyandarkan dirinya di dinding. Keringat tak berhenti mengalir dari pelipisnya. Rekan pria itu pun merasa sedikit khawatir.

"Ada apa? Kau sakit? Ayo kita ke tabib terlebih dahulu, kau pasti kelelahan. Akan kuminta ketua untuk tidak membawamu dalam penyerbuan ke penginapan Ikedaya tiga hari lagi." Kata Hijikata Toshizou.

Okita Souji menggeleng. "Aku sudah kesana. Tidak ada yang salah denganku. Aku baik, dan aku akan ikut bertarung bersama kalian. "

Hijikata Toshizou hanya bisa menghela nafas. "Jangan berlebihan. "

"Huh? Mana yang katanya wakil ketua iblis itu? Haha, aku masih tidak percaya kau bisa mengkhawatirkanku seperti saat ini. " Canda Okita Souji pada rekannya itu. Hijikata Toshizou memukul pelan pundak Okita Souji.

"Ah! Kashuu-san, anda baik-baik saja? Perlihatkan luka anda. " Horikawa meraih tangan Kiyomitsu yang tak hentinya mengeluarkan darah. Kiyomitsu meringis kesakitan.

"Sakit...! " Pekiknya kesakitan saat Horikawa membungkus tangan Kiyomitsu dengan kain.

"Tolong tahan sebentar sampai anda diperbaiki. Nah, sudah. Anda bisa berdiri, Kashuu-san? " Kata Horikawa pada Kiyomitsu. Tangannya terulur untuk membantu roh pedang wanita itu berdiri.

"Terimakasih. " Kashuu tersenyum pada Horikawa, begitu juga sebaliknya.

***

Yasusada sedang menatap luka-lukanya akibat sering ikut penyerangan. Kiyomitsu memperhatikan itu, ia merasa sudah saatnya ialah yang digunakan. Bunganya tetap ada, tapi itu tidak sebanyak yang sebelumnya. Ia yakin ia kuat untuk ikut penyerangan di penginapan Ikedaya besok.

"Yasusada, kau tak apa? " Tanya Kiyomitsu pada Yasusada. Yasusada menoleh-lamunannya telah buyar.

"Uh-huh?! Tentu saja, aku baik. " Jawabnya meragukan. Kiyomitsu hanya ber-oh panjang--pura-pura menyetujui.

"Aku merasa besok aku yang akan pergi deh! Haah, akhirnya Okita-kun akan menggunakanku lagi. " Kiyomitsu duduk di samping Yasusada.

"Hati-hati ya. Aku akan selalu menunggumu disini. " Yasusada tersenyum. Kiyomitsu menyeringai.

"Aku minta kau mentraktirku dango yang banyak sekali! Entah itu minta dari Okita-kun, wakil ketua iblis, atau ketua Shinshengumi!" Kiyomitsu meletakkan tangan kanannya di pinggang. Menatap Yasusada seraya tersenyum. "Janji lho! "

"Umh! Tentu saja! " Yasusada memeluk Kiyomitsu erat. Kiyomitsu terkejut, lalu balas memeluk.

***

Pagi itu, perintah penyerbuan langsung diterima Okita Souji. Sudah diputuskan bahwa Kiyomitsu yang akan ikut bersama tuannya. Entah kenapa, Yasusada merasa tidak rela membiarkan Kiyomitsu pergi dengan Okita Souji. Kenapa... Yasusada merasa hal yang buruk akan terjadi.

"Kiyomitsu? Kau yakin akan pergi?" Tanya Yasusada khawatir.

"Tentu saja! Hari ini aku yang akan pergi. Jadi tolong jaga rumah ya, Yasusada~" Kiyomitsu melambai sebentar sebelum ia pergi bersama Okita Souji. Perasaan gundah Yasusada serasa sirna saat melihat senyum Kiyomitsu.

"Mereka berdua pasti baik-baik saja. "

Bersambung...

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top