R-28
Setelah memasuki ruang operasi, tak seberapa lama dokter yg menangani Naree pun keluar dari ruangan tsb.
Ia menghampiri Hoseok yg disebut sebut sebagai kerabat terdekatnya, Kakaknya Naree.
Padahal Jungkook ada disana, kenapa ia tidak mengaku sebagai suaminya?
Bukan tidak mengaku, tapi mereka tidak bertanya 😂
Lagian yg menjadi dokternya adalah Wendy, tentunya gadis ini tau Jungkook tidak akan memiliki hubungan apapun dengan sang gadis.
Dia kan sepupunya Yeri dan Yeri merupakan tunangannya Jungkook, itulah yg ia tau.
"Jadi bagimana keadaannya, dok?"
"Lukanya ringan, hanya ada beberapa luka luar dibagian kaki dan tangannya saja. Tapi... maaf, karna kami tidak sanggup menolong kandungannya. Janinnya masih terlalu lemah, karna itu... ia keguguran. Maaf," ucap Wendy lalu permisi.
Gadis ini menemukan sosok tunangannya yg sedang duduk disana, Min Yoongi sedang menatap tangannya sendiri sambil melamun.
"Ada apa, oppa? Cuci tangan yuk!" Ajak Wendy.
Yoongi menatapnya sendu, lalu mengalihkan pandangannya pada bercak darah yg menempel di pakaiannya. Tidak perlu ditanya, kita juga tau itu darah siapa.
Wendy kan baru saja mengoperasikan Naree.
"Apakah kamu yg melakukannya?? KENAPA HARUS KAMU!!"
"O-oppa?!" Wendy terkejut.
Yoongi kesal, tapi ada kata yg tidak sanggup ia ucapkan disini. Tidak mungkin ia mengatakan, ia menghamili adik iparnya sendiri dan anak yg dikeluarkannya tsb adalah darah dagingnya Yoongi. Mau lah Wendy langsung membatalkan pertunangan mereka.
Yoongi pun langsung pergi meninggalkan Wendy sendirian disana.
Inikah karmaku, thor?
Kamu sengaja membiarkan Wendy yg melakukan operasi ini, agar setiap saat ketika melihat wajah gadis ini aku akan selalu teringat akan sosok anakku yg telah ia keluarkan dari rahim ibunya?? Tidakkah ini terlalu kejam untukku?! 😢😢😢
Author : yup. Inilah balasanku buat Yoongi. Kalian setuju??
,
"Aku tidak ingin bertemu dengannya!! AKU TIDAK MAU!!! Hiks"
Naree menangis tersedu sedu ketika mengetahui bahwa dirinya telah keguguran. Naree membenci Jungkook, semua karna pria ini. Andaikan saja pria ini ingin menerima anak itu, anaknya pasti--
"Huaaaaaa!!" Naree menjerit histeris, Inna dan Hoseok berusaha menenangkannya tapi percuma.
Terpaksa ia pun mendapatkan suntikan jarum dari seorang suster.
Setelah tenang kembali, Hoseok dan Inna meninggalkannya diruangan tsb. Jungkook masih berdiri disana, memantau segala sesuatu perihal gadis tsb.
Hoseok mendatanginya. "Pulanglah. Melihatmu hanya akan membuatnya sakit hati, kamu juga tau itu!"
"Tapi, aku tidak salah!"
"Kamu juga pria, apakah kamu sanggup menerima--"
"Aku bisa kok!"
Bahkan sebenarnya Hoseok rela menjadi penganti ayah dari anak tsb, tapi Naree saja yg tidak peka terhadap perasaannya. "Sampai sekarang kamu bahkan belum sadar apa kesalahanmu. Silahkan pergi!"
"Apa hakmu mengusirku?!"
"Aku kakaknya!"
Walaupun aku lebih ingin jadi suaminya 😢
Jungkook terkekeh tidak percaya. "Aku bahkan tidak mengenalmu. Apa kamu bilang? Kakak?! Kakak darimana?!"
"Jangan macam macam padaku, aku seorang polisi. Apakah kamu mau aku masukkan ke penjara?!"
"Iya, tangkaplah aku kalau kamu bisa?!" Balas Jungkook juga tidak mau kalah.
Hoseok kesal. Andaikan saja ada hukuman buat orang tampan, Hoseok pasti sudah memasukkannya kedalam sel tahanan.
😂😂😂
,
Maksudnya Hoseok akan mengantarkan makanan untuk Naree, tapi ketika ia masuk kedalam bilik, gadis ini sudah tidak ada ditempatnya.
Beberapa suster pun mulai kucar kacir mencari keberadaan gadis tsb.
"Naree ah... kamu dimana?!"
Bukan hanya Hoseok, Jungkook yg masih disana juga ikut mencari gadis ini.
,
Disuatu tempat, dekat tong sampah yg terletak di taman rumah sakit tsb. Naree sedang berjongkok disana dan menangis.
Ia tau Hoseok dan Jungkook sedang mencarinya, ia dapat mendengar suara mereka.
Tapi ia ingin sendiri, ia bener bener tidak ingin bertemu dengan Jungkook lagi. Pria ini terlalu melukai hatinya.
"Hiks... umma... bawalah aku bersamamu, kenapa kamu hanya membawa anakku?!"
"Aku beneran tidak ingin sendiri lagi, hiks."
Sekarang bahkan anaknya telah meninggal, Naree beneran tidak tau untuk apalagi ia hidup di dunia ini.
Tujuan hidupnya telah hilang, apakah lebih baik ia mengikuti jejak Jimin dan anaknya saja?
Seperti... bunuh dir-
"Aw." Sebuah botol kosong mendarat ke kepala Naree.
Mendengar suara gadis ini, yg melempar botol pun langsung menghampirinya. "Maaf, maaf, aku tidak tau ada orang disini."
Dekat tong sampah sih!
"Tapi... apa yg kamu lakukan disini, nona? Kamu menangis?" Ia memberikan tisu kepada Naree, Naree pun mengambilnya.
Naree bisa melihatnya dengan jelas, pria ini seorang dokter. Ia terlihat menawan dengan jubah putihnya.
"Sudah, sudah, jangan menangis lagi, tidak ada hal buruk yg tidak bisa kamu lewati, oke?! Kamu harus percaya diri, dan percayalah ... Tuhan tidak akan memberikan ujian yg melebihi kemampuan umatnya. Jadi... hwaitting!"
Dokter ini membantu Naree berdiri dan tersenyum cerah kearahnya. "Cepatlah kembali ke bilikmu, mereka pasti khawatir kamu tiba tiba hilang seperti ini. Kalau begitu--"
Setelah mengusap kepala Naree lembut, dokter itu pun pergi. Naree hanya bisa mematung disana.
Anjir, dokternya bikin baperan woi!
Udah tampan, baik pulak! 😍
Dia pantes jadi dokter.
Senyumannya sangat menyemangati ☺
,
Naree pun kembali ke biliknya, dimana Hoseok dan Jungkook sudah berada disana. "Kamu darimana aja sih?! Jangan buat orang khawatir!"
Jungkook hendak mendekatinya, tapi Hoseok langsung menghalanginya. "Bukankah aku sudah menyuruhmu pergi?!"
"Minggir!"
"Langkahi dulu aku!"
Malas melihat perdebatan kedua pria ini, Naree pun langsung masuk kebiliknya dan menguncinya.
Dari luar sana, ia masih bisa mendengar kalau kedua pria ini masih saja ribut.
Kepala Naree pusing, sebenarnya apa yg harus ia lakukan sekarang?
Aku ingin menghilang dari sini, tapi aku harus kemana??
☆☆☆
Beberapa hari berlalu dan Naree masih seperti itu, bersembunyi dari Jungkook dan tidak ingin menemuinya. Tapi besok ia sudah diperbolehkan pulang ke rumah, apakah ia bisa menghindarinya selamanya??
Padahal sudah kukatakan ratusan kali aku tidak ingin menemuinya, kenapa ia terus memaksaku! Apakah ia tidak tau hatiku sakit bila melihat wajahnya itu? Aku akan terus mengingat bagaimana ia ingin membunuh anakku 😢
Naree kembali menangis.
"Hei, kamu lagi?"
"Apa yg kamu lakukan disini? Ah--kamu menangis lagi?! Ya ampun... masalah apa yg membuatmu terus menangis." Pria ini tiba tiba duduk disamping Naree membuatnya terkejut.
Naree sedang berada diatap rumah sakit. Ia pikir ia bisa tenang sendirian disini, ternyata ia salah.
Seseorang juga mengunjungi atap tsb, dan pria ini adalah dokter yg telah menyemangatinya kemarin.
"Hallo, perkenalkan aku dokter Jin. Kamu bisa memanggilku... Jin oppa?! Hehe." Jin menyalami tangannya, Naree kebinggungan.
Kenapa dokter ini murah sekali tersenyum? Dan kenapa aku selalu menangis?
Author : berarti jodoh #janganprotes
😂😂😂😂
Tbc
Cast tambahan : Inna

- kakak sepupunya Hoseok
Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top