R-18
Naree pov
Dua garis merah.
Mataku seketika membulat menatap barang kecil yg berada ditanganku.
Hamil, akhirnya aku hamil juga. Itu tandanya aku bisa keluar dari tempat ini.
Senang, tapi ntah kenapa juga ada rasa hampa didalam hatiku.
Walaupun aku dapat keluar darisini, tapi kini didalam diriku sudah ada dirinya.
Aku tidak mau, tidak ingin.
Tapi--nasi sudah terlanjur menjadi bubur.
Ceklek
Pintu rumah tsb pun tiba tiba terbuka, sepasang sepatu pria muncul disana.
Ini baru jam berapa, tidak biasanya ia sudah berada disini. Aku berdiri, menyembunyikan tespackku dibawah kasur.
"Naree ya," panggil pria tsb.
Aku terkejut setelah menoleh ke arahnya. "Jim."
Oh iya benar, sekitar dua minggu yg lalu aku telah memberitahu kak Yeonni soal keberadaanku.
Apakah ia datang untuk menyelamatkanku? Seketika aku senang, tapi--kupegangi lagi perutku yg sudah berisi ini, semuanya sudah telat.
"Jimin hiks." Tanpa sadar aku mulai memeluknya dan menangis di dekapannya.
"Nar, noona telah--"
"Iya, mana Yeonni unnie?"
"Apakah kamu mau ikut denganku pergi mencarinya?"
"Tentu!"
"Baguslah, khaja!"
Naree pov end
,
Angin bertiup dengan kencangnya di tepi pantai tsb, seorang pria terlihat menarik paksa seorang gadis.
"Jimin ah hiks," seru gadis tsb sambil terisak kecil.
"Kita jalan saja, Nar. Menyusul noona secepatnya."
Naree tidak bermaksud untuk menolaknya, tapi--
"Kenapa? Apakah kamu pikir setelah semua ini Jungkook masih akan menerimamu? Sadarlah, Nar. Pria itu juga telah menyelingkuhimu duluan!"
"Cukup! Aku tau, Jim!"
"Baiklah, mari kita akhiri semua ini."
Byuuuurrrrrrrrrrr
☆☆☆
"Aku bilang Tidak, ya Tidak!! Yein, please... jangan paksa aku lagi, aku sedang kacau sekarang. Lagian, apapun yg kamu lakukan aku tidak mungkin menikahimu, mengerti?!"
"Sadarlah, oppa!! Istrimu itu sudah minggat dari rumah."
"Seharusnya kalian bercerai saja!"
"Diam kau, Jeong Yein!!"
"Jangan mencampuri urusanku! Aku pasti akan menemukannya, lihat saja nanti!"
Bip
Jungkook pun menghempaskan hape nya dengan kesal.
Yein, gadis itu terus menganggunya, meminta pertanggungjawabannya.
Padahal Jungkook sudah menolaknya dengan kasar.
Kepala Jungkook sungguh pusing sekarang, belum lagi istri tercintanya yg minggat ntah kemana.
Aku mohon sayang, jangan membuatku seperti ini😢
Ketika Jungkook hendak keluar untuk mencari keberadaan Naree, seperti yg biasanya ia lakukan.
Pria ini tidak sengaja berpapasan dengan Taehyung yg melewatinya begitu saja. Pria ini berjalan dengan dinginnya menuju ke kantor Yoongi, ntah apa yg ingin ia lakukan. Penasaran, Jungkook pun mengikutinya dari belakang.
Begitu masuk ke kantor tsb, Taehyung langsung menarik kerah Yoongi dan menghajarnya.
BUGH!
"Sekarang katakan, mana Nar--maksudku Kelly?"
Yoongi terlihat menyapu sudut bibirnya.
Apakah ia tau? Tapi darimana ia tau?
"Apa yg kamu katakan? Aku tidak tau!"
"Jangan mencoba berbohong kepadaku, Min Yoongi. Aku tau kamu yg telah membawanya pergi malam itu. Aku mengajakmu kerjasama bukan untuk itu, apakah kamu ingin merasakan tonjokanku kembali. Sekarang katakan, mana dia??"
"Ckck. Kim Taehyung, baguslah kamu masih ingat kerjasama itu. Sekarang katakan, apa yg telah kamu lakukan untukku. Huh? Kamu hanya sibuk mencari gadismu itu--"
"Tentu! Andai saja kamu tidak membawanya pergi, aku pasti telah membantumu sekarang. Semua salahmu sendiri!!"
Ceklek
Jungkook pun masuk kedalam kantor tsb, ia langsung melerai keduanya. "Ada apa ini?"
"Hyung, ada apa?" Tanyanya juga dengan sopan kearah Yoongi. Tentu, karna ia belum tau apa dibalik wajah manisnya itu.
"Tidak apa."
Tidak mempedulikan Jungkook, Taehyung kembali menarik kerah Yoongi. "Apakah kamu beneran akan terus diam? Aku tidak akan segan lagi bila kamu masih bungkam seperti ini. Sekarang katakan, mana Kelly??"
Yoongi menatap Taehyung dan Jungkook bergantian, mimik Jungkook ikut berubah setelah mendengar nama istri itu. "Apa maksudnya ini, hyung? Kamu tau Kelly dimana?"
"Iya, baiklah. Aku tau," jujur Yoongi kemudian.
Ia akan mendapat masalah besar bila ia terus bungkam seperti ini, apalagi ketika kedua pria ini telah menyudutkannya seperti ini.
Mungkin sekarang, sudah waktunya ia kembali. Aku percaya dengan spermaku, waktu satu setengah bulan seharusnya sudah cukup membuatnya hamil.
Walaupun sebenarnya Yoongi belum yakin betul.
"Ia memintaku untuk membawanya pergi. Ia tidak ingin melihat kalian berdua, dan... ia memintaku untuk merahasiakannya. Puas??"
"Kenapa kamu tidak bilang dari awal, hyung. Apakah kamu tidak tau aku sedang mencarinya selama ini?"
Tidak peduli dengan kekecewaan Jungkook terhadap Yoongi, Taehyung hanya fokus terhadap pria bermuka putih ini. "Jadi, dimana dia sekarang?"
"Baiklah, aku akan membawa kalian kesana."
Sesampainya ditempat tsb, mereka pun tidak bisa menemukan siapapun disana.
"Mana? Mana??" Teriak Taehyung yg tidak sabaran itu, sedangkan Jungkook meneliti setiap sudut ruangan tsb.
Memang terlihat seperti baru saja ditinggal oleh seseorang, dan gadis itu adalah Kelly istrinya. "Memang benar Kelly pernah tinggal disini." Jungkook dapat mengenali cara Kelly melipati selimutnya, selalu saja disusun mengunung bersamaan dengan bantalannya. "Jadi, dimana dia sekarang?"
Taehyung dan Jungkook pun kembali menatap kearah Yoongi penuh selidik.
"Hei... jangan melihatku seperti itu, mana aku tau! Terakhir kali aku kesini sudah dua minggu yg lalu." Bohongnya.
"Kamu--" Taehyung kesal, tapi ia juga tidak bisa ngapa ngapain. "Aish...." rutuknya juga.
Tanpa kedua pria ini ketahui, Yoongi nampak menyelipkan sesuatu berukuran panjang nan kecil kedalam saku celananya.
Lalu ia pun mulai tersenyum kecil.
Akhirnya... ia hamil juga😏
Tespack dengan dua garis merah tertinggal disana.
Yoongi juga tidak tau dimana Naree sekarang dan bagaimana gadis ini bisa melarikan diri, tapi setidaknya ia lega sudah ada bagian dari dirinya yg tertanam disana.
Jadi, dimana Naree sekarang?
,
Naree pov
Aku pikir Jimin akan membawaku menemui Yeonni, tapi aku salah besar.
Ia malah membawaku ke sebuah pantai yg tidak berpenghuni. Ku tanya mengapa, ia juga tidak menjawabku.
"Lepaskan aku, Jim!"
"Bukankah kita akan menemui Yeonni unni, lalu kenapa--"
"Noona telah meninggal, Nar! Noona... hiks." Mata Jimin memerah, seketika airmata sudah mengalir deras kepipi tembemnya itu.
"Bagaimana bisa?!"
"Mengapa--"
"Semua karnamu!"
"A-apa??"
"Karnamu, Taehyung memerintahkan orang untuk melakukan hal itu. Padahal sudah kukatakan bukan aku yang membawamu hiks."
"Maafkan aku, Jim hiks."
"Minta maaflah pada noona dibawah sana, Nar. Sekarang, ayo!"
Angin tiba tiba berhembus kencang kewajahku.
Tidak, aku tidak berniat untuk menolaknya.
Aku bersalah pada Yeonni, padahal selama ini dialah yg telah membantuku. Tapi, kupegang erat tangan Jimin tsb, kupeluk dirinya dan menangis penuh haru.
"Maafkan aku, Jim. Tapi, aku tidak bisa. Aku--hamil hiks."
"Lalu bagaimana dengan kandunganku? Dia tidak bersalah, Jim hiks hiks."
Naree pov end
☆☆☆
Jungkook maupun Taehyung nampak sibuk belakangan ini, bahkan Yoongi terlihat lebih banyak mengurus masalah perusahaan daripada mereka.
"Semua ini salahmu, umma."
"Maaf, tapi aku juga akan pergi dari sini sekarang!"
Jungkook keluar dari rumahnya beserta sebuah koper kecil, di depan ia bertemu dengan Taehyung yg baru keluar dari mobilnya. "Ada apa kamu kesini?"
Alasannya simple, mana tau Naree kembali--pikir Taehyung.
"Tidak," jawab Jungkook seperti mengerti apa yg Taehyung pikirkan.
Ketika Taehyung hendak kembali ke mobilnya, Jungkook pun menahannya. "Sepertinya kita perlu bicara."
"Ya, baiklah."
Di sebuah cafe, kedua pria tampan ini terlihat sedang duduk bersama.
Keduanya menarik sangat banyak perhatian, apalagi dari kaum hawa.
"Apa yg ingin kamu katakan?"
"Ku harap kamu berhenti, Tae. Kelly itu istriku. Aku yg akan mencarinya."
"Tidak! Belum tentu ia masih mau denganmu, Kook. Kamu lupa sudah selingkuh darinya."
"Walaupun begitu, ia juga tidak akan mau denganmu, Tae! Ia bahkan tidak mengenalmu."
Taehyung tertawa, tawaanya terlihat menyindir sekali.
Jungkook jadi kesal.
"Bodoh!"
"Sampai sekarang kamu masih belum sadar dia itu siapa."
"Apa maksudmu, huh?"
"Kelly--kamu tidak merasa ia mirip dengan siapa?"
"Aku tau ia mirip dengan Naree, tapi ia bukan--"
"Kamu yakin??"
"Ya Taehyung, sebenarnya apa yg ingin kamu katakan!"
"Kalau ia juga mengenalku, apakah itu maksudnya aku juga punya hak untuk mendapatkannya??"
"Kelly adalah Kim Naree-- istriku. Dulu itu--pokoknya, aku tidak akan berhenti mencarinya. Dan kalau saja aku yg pertama menemukannya, maka aku tidak akan pernah melepaskannya lagi. Kamu... jangan pernah berharap dapat menang dariku. Ohya, kamu memang tidak pernah menang dariku hehe."
Selesai mengatakan apa yg ingin ia katakan, Taehyung pun pergi.
Sedangkan Jungkook terlihat mencerna ucapannya.
Apa maksudnya? Kelly adalah Naree?
,
Naree membawa Jimin kerumah lamanya.
Sudah lama ia tidak berada disini, bahkan bisa dikatakan sejak ayahnya meninggal ia sudah tidak pernah kesini lagi. Sudah belasan tahun lamanya.
"Semuanya masih seperti dulu," ucap gadis ini.
Pria yg sedang berdiri dibelakangnya itu ikut menatap kesekitar dan menemukan sebuah foto bergantung disana. "Ini... kamu?"
Gadis ini melirik kearah yg sama, lalu menganggukkan kepalanya. Tapi sosok seseorang yg juga berada pada foto tsb menarik perhatiannya "ini... siapa ya?"
"Kamu bertanya padaku? Mana aku tau, ini kan foto keluargamu," jawab Jimin blak blakan.
"Tidak!"
"Aku tidak ingat kalau dulu aku punya seorang oppa."
"Lalu siapa orang ini?"
Seseorang tiba tiba masuk kerumah yg sama, menatap mereka curiga. "Siapa kalian? Bagaimana bisa kalian masuk kesini?"
Naree menatap sosok tinggi di depannya ini, pria ini juga melihatnya. "Na...ree?"
"Naree ya, apakah itu kamu?"
"Kamu Naree kan?"
Pria ini tiba tiba memeluk Naree membuatnya terkejut, begitu juga Jimin yg langsung memisahkan mereka. "Hei, apa apaan ini?"
Pria ini tidak mempedulikan Jimin. "Ini aku, oppa. Apakah kamu masih mengingatku?"
"Akhirnya kamu pulang juga, Nar. Oppa sangat merindukanmu."
"Op--pa?"
"Iya, ini oppa!"
"Kim Namjoon."
Kim Namjoon
Nama ini familiar sekali
Apa benar ia oppaku
Lalu kenapa aku tidak mengingatnya? Tidak, kenapa aku tidak bisa mengingat semua kenanganku semasa kecil, apa yg telah ku lupakan?

Tbc
Thanks buat yg uda baca
Jan bosen ya
Makasi neee :-)
Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top