Reasons to Keep Writing
Ada banyak alasan kenapa orang menulis. Ada yang menulis karena merasa perlu untuk berbagi, ada yang menulis karena dia ingin menulis, ada yang menulis karena ingin terkenal, ada yang ingin perhatian, ada yang ingin pujian, tapi ada juga yang menulis karena dia ingin dunia mendengar apa yang dia ketahui.
Saya tidak akan menilai alasan mana yang bagus dan mana yang jelek, mana yang benar dan mana yang salah. Saya percaya setiap orang punya alasannya masing-masing dan alasan apapun itu, sudah cukup baik untuk memulai sesuatu. Yang akan saya bahas di sini adalah mengenai semangat yang membuat seseorang untuk terus menulis, tentunya, lebih ditujukan pada anda yang memang bermimpi untuk menjadi penulis, seperti saya.
Pernah saya mengalami masa dimana sebaik apapun saya berusaha menuliskan cerita, tapi tidak ada yang peduli. Rasanya semua perjuangan yang sungguh-sungguh dengan segenap jiwa itu tidak ada nilainya, karena tidak ada yang peduli. Kita tahu cerita itu bagus, itu cerita yang ingin kubaca, kulihat dan kualami, tapi hanya karena tulisan masih berantakan maka tak ada yang membaca, tak ada yang berkomentar, benar-benar tidak dipedulikan.
Apakah pohon yang jatuh di tempat yang tidak ada seorangpun yang mendengar dia jatuh, bisa disebut jatuh atau tidak?
Orang bisa menganggap pohon itu tidak jatuh karena tidak ada yang tahu, tidak ada saksi yang melihat dia jatuh. Tapi orang juga bisa menganggap pohon itu memang jatuh karena walaupun tidak ada yang melihat dia jatuh, tapi dia terbukti sudah tumbang. Kalau dilihat dari periskop yang benar, kedua opini itu sama-sama benar, karena punya alasannya masing-masing yang cukup masuk akal. Lalu, apakah penulis yang karyanya tidak dihiraukan orang lain itu bisa dikatakan sebagai seorang penulis, dan pantas ditertawakan?
Apa alasan untuk terus menulis, bila tidak ada yang mau membaca karya kita? Untuk apa kita menulis bila hasil tulisan itu hanya untuk tenggelam di bawah tumpukan karya-karya lain yang mungkin sama baik dan berkualitasnya?
Rupanya banyak sekali penulis-penulis tangguh lainnya yang memilih untuk tidak peduli apakah karyanya akan dibaca orang lain atau tidak. Mereka menulis karena mereka ingin membaca cerita yang belum pernah mereka baca, dan ingin mereka baca. Ada juga yang menulis karena mereka menganggap kegiatan menulis bisa membuat mereka mengembangkan diri menjadi lebih baik. Dan beragam alasan lain yang bisa dikemukakan, alasan untuk menulis pada saat tidak ada orang lain yang membaca tulisan kita. Alasan-alasan itu bisa digabungkan menjadi satu kalimat: "aku menulis untuk diriku sendiri." dan menurutku itu alasan yang sangat kuat.
Pada zaman dahulu manusia tidak bisa berdiri sendiri. Kita saling membutuhkan satu sama lain. Bila manusia hendak berburu mamoth, mereka melakukannya secara beregu, menggunakan taktik dan strategi untuk menjebak musuh yang mampu menghancurkan tubuh mereka sekali injak. Kegiatan ini membuat manusia terbiasa untuk saling membutuhkan, seseorang butuh pengakuan dari orang lain bahwa dirinya mampu, bahwa dirinya berharga. Seperti halnya teori night owl dan early bird juga berawal dari masa para leluhur yang bergantian jaga sementara keluarga mereka tertidur pulas di dalam goa, kecenderungan kita dalam mencari pengakuan dari orang lain ini juga merupakan bawaan dari kehidupan leluhur di masa purba.
Namun semakin manusia tahu banyak hal, semakin manusia mampu berdiri sendiri. Semakin banyak pengetahuan yang terungkap, manusia semakin memisahkan diri dari sosial. Kenapa Pepsi dan Coca Cola tidak menjadi satu saja, padahal produknya sama? Kenapa produk kopi ada beragam merk? Kenapa jus alpukat di pinggir jalan 10.000 tapi begitu dibuat oleh Sharetea, harganya jadi tiga kali lipat? Mungkin karena orang tidak membeli produk, tapi membeli identitas. Ini loh, kopi ABC, rasanya lebih kuat di cream. Kalau mau aroma kopi yang lebih harum, beli Kapal Api. Belilah earphone oppo, bas kenceng tapi treble parah. Atau beli Sony yang berimbang tapi bas gak terlalu nendang tanpa equalizer.
Semakin kedepan nanti, individualitas akan semakin kuat. Manusia akan benar-benar lahir sendiri dan mati sendiri, hidup sendiri, dan bersosialisasi dalam perjalanannya. Maka dari itu, temukanlah keunikan dalam diri anda, jangan takut gagal. Pada saatnya nanti, seseorang akan datang, melihat keunikan itu seperti berlian dan mereka akan jatuh hati pada keunikan tersebut. Jangan bandingkan diri dengan orang lain, karena mereka punya bagiannya sendiri. Jangan berhenti menulis karena ada yang menulis lebih baik daripada kita, karena kita punya kebaikan sendiri yang unik khusus untuk kita sendiri.
Setiap dari kita lahir membawa misi bagi dunia. So, keep dancing even nobody is watching. Keep singing even nobody is listening. Keep writing even when nobody is reading. Because you doing what you love and you love what you do. That's the reason to keep writing.
Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top