Bedah Story : The Best Final Fantasy Story


Sup, guys?

Kali ini gue baru aja mendapat pencerahan tentang cerita awesome. Rupanya selama ini hal itu luput dari pengamatan gue karena gue gak terlalu demen cerita tersebut. Walau begitu kalau dipikirkan lagi dan didalami sungguh-sungguh ... gue harus mengakui bahwa Final Fantasy 10 mungkin adalah FF dengan story paling kompleks dan terbaik dari seluruh FF lainnya.

Gue gak inget story FF7, belum ada kesempatan untuk main ulang gamenya sekarang. FF9 juga bagus banget, tapi gue harus jujur bahwa FF10 adalah "the best"nya. Walau itu bukan FF favorit gue.

Biar gue jelasin sekarang kenapa FF10 memegang "the best" story (at least for me):

1. Konflik kuat

Berawal dari keinginan seseorang untuk menghapuskan perang, agar dunia menjadi damai tanpa perang. Ada seseorang yang ingin seluruh umat manusia untuk bersatu dalam satu tujuan. Maka dari itu diciptakanlah ritulan 1 dekade sekali.

2. Karakter kuat

Auron, Tidus, Jecht, Yuna, adalah tokoh-tokoh sentral yang sangat kuat karakteristiknya. Mereka memegang peranan penting dalam alur cerita. Cerita bisa jadi timpang dan cacat bila mereka ditiadakan. Konflik pribadi pun digambarkan dengan sangat baik dalam cerita FF10. Yuna yang selalu berlama-lama menatap kota yang dia lewati, rupanya menyimpan kejutan mengharukan di pertengahan cerita. Konflik Tidus yang selalu berusaha untuk mengalahkan ayahnya. Auron yang masih terikat tanggung jawab, dia dan Jecht yang melandasi perjuangan Tidus dalam melawan Shin.

3. Relasi antar tokoh kuat

Menurutku ini keunggulan utama dari FFX. Relasi utama antar karakternya begitu kuat. Tidus dan Auron, Tidus dan Yuna, Tidus dan Jecht. Yuna dan Brasca, Yuna dan Tidus, Yuna dan Kimahri, Lulu, Wakka, orang-orang Spira. Auron dan Jecht, Auron dan popularitasnya. Bagaimana hubungan ayah dan anak memengaruhi persepsi orang terhadap Yuna. Jangan lupakan juga perlawanan dari paman Yuna, Cid.

4. Budaya dan sosial politik yang kompleks

Akibat dari berjalannya ide "good went bad" tersebut, dunia menjadi berubah. Ritus agama dijalankan secara ketat. Bahkan memunculkan pihak ekstrimis yang anti machina, berujung diskriminasi terhadap suku Al-bhed. Perbedaan yang muncul dalam cerita ini begitu luas. Budaya yang diekspos sangat khas dipengaruhi oleh agama dalam dunia tersebut.

5. Scene-scene yang powerful

Sekalipun tidak menyukai FFX, tapi harus gue akui, ada banyak scene memorable yang sulit untuk dilupakan. Tidus dan Yuna di Macalania wood, adegan revelation mengenai Shin, pertempuran akbar antara Shin dan crussades, tragedi-tragedi, tarian Yuna, dan yang paling membekas dalam ingatan gue adalah pada saat ending dimana Yuna harus melepaskan Tidus.

6. Puncak Fantasi

Ide-ide yang fantastis dan tampaknya bisa dilakukan di dunia nyata, tapi sebenernya gak bisa. Blitzball!! Olahraga macam apa yang diadakan di dalam bola air yang melayang di udara? Tidak hanya kemampuan berenang yang dibutuhkan, tapi juga tahan nafas. Bila kita berusaha mencocokan dengan situasi nyata, semua takkan ada habisnya! Semua imajinasi itu lebih enak bila kita melepaskan realita dan menikmatinya saja. Selain Blitzball, masih banyak unsur fantasi lain yang bisa dinikmati seperti kosmologi dunia Sphira, terutama pada ending yang enggan gue spoilerkan di sini.

Barangkali kamu bingung, dengan semua kelebihan itu, kok gue gak suka dengan FF10? Bahkan setelah mengetahui kenapa banyak orang suka dengan FF10 sekalipun, gue masih gak mau menempatkannya dalam rak "favorite game".

Alasan gue cuma berdasarkan selera aja kok. Gue gak suka dengan karakter Tidus, sekalipun gak mengatakan itu karakter yang didesain secara buruk. Itu karakter yang sempurna secara desain, namun bukan jenis orang yang mau gue hampiri dan ajak kenalan. Yuna juga Cuma memenangkan simpati gue aja, tapi gak terlalu menarik secara personal.

Selain itu, battlenya juga biasa-biasa saja (gue gak suka random encounter yang mengganggu fokus gue menikmati panorama 3D). Meski begitu, sistem sphere gridnya seru banget, bahkan gue lebih demen sphere grid daripada license board di FF favorit gue, 12.

Dan juga .... Mungkin karena Tidus overrated, sama kayak Cloud.

Oke, sekian ulasan gue mengenai FF10 dan kenapa cerita di game ini keren banget. Semoga ulasan ini bisa berguna bagi teman-teman dalam mendesain cerita.

See you later!

n Lg(�?{8�.s

Bạn đang đọc truyện trên: AzTruyen.Top